Taliban Larang Drama yang Tampilkan Artis Perempuan, Penyiar Berita Harus Berjilbab

Anton Suhartono
Taliban larang artis perempuan muncul di acara drama televisi (Foto: Reuters)

"Hilangnya ruang untuk perbedaan pendapat dan semakin buruknya pembatasan bagi perempuan di media dan seni sangat menghancurkan," kata Direktur Asosiasi Asia HRW, Patricia Gossman.

Para pejabat Taliban telah berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa hak-hak perempuan tetap dilindungi sejak mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada 15 Agustus, namun banyak kalangan tetap skeptis.

Para aktivis khawatir Taliban akan membawa Afghanistan ke masa lalu saat mereka menjadi penguasa, yakni menerapkan pembatasan ketat, seperti perempuan dilarang meninggalkan rumah kecuali ditemani kerabat laki-laki bahkan dibatasi dalam mendapatkan pendidikan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

All Sport
9 hari lalu

Indonesia–Afghanistan Jajaki Kerja Sama Futsal, FFI Buka Peluang hingga Olimpiade

Internasional
13 hari lalu

Pertama dalam Sejarah, Iran Bolehkan Perempuan Kendarai Sepeda Motor

Internasional
15 hari lalu

Brutal! Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Penyiar Berita Stasiun TV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal