Tak Terpengaruh Sanksi AS, Turki Terus Kembangkan Kerja Sama Militer dengan Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu (kiri), dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov (kanan), saat pertemuan di Moskow pada Januari lalu. (Foto: Reuters).

Pada Senin (15/12/2020), AS menjatuhkan sanksi kepada Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB), termasuk ketua dan tiga pegawai lembaga itu. Sanksi tersebut diberikan AS atas keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Rusia telah mengirimkan sistem rudal S-400 darat-ke-udara (surface-to-air) itu ke Turki pada tahun lalu. Ankara pun telah menguji senjata tersebut pada Oktober kemarin. Turki menegaskan, sistem rudal itu tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak menimbulkan ancaman.

Akan tetapi, Amerika Serikat menyatakan bahwa S-400 memang menimbulkan ancaman. Tahun lalu, Washington DC pun mengumumkan akan mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 atas keputusan Ankara membeli senjata Rusia itu.

Menurut sejumlah pengamat, sanksi AS itu dapat membahayakan ekonomi Turki. Pasalnya negeri bekas Ottoman itu kini sedang berjuang keras di tengah perlambatan yang disebabkan oleh wabah virus corona, di samping inflasi dua digit dan cadangan devisa yang sangat terkuras.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Iran Ungkap Kronologi Walk Out saat Negosiasi dengan AS: Kami Punya Prinsip!

57 tahun lalu

Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal