Masyarakat keturunan Jawa di Malaysia telah tinggal di negeri Jiran tersebut sejak 1900-an. Masyarakat Jawa di Malaysia saat ini merupakan generasi ke empat atau lebih.
Mayoritas orang Jawa di Malaysia tinggal di kawasan Sepang, Kuala Selangor, Banting, Tanjung Karang, dan Sabak Bernam.
Selain Malaysia, di Singapura juga ada banyak keturunan orang Jawa yang tinggal di sana sejak lama.
Pada awalnya, orang Jawa dikirim sebagai pekerja perkebunan, dan kemudian mereka menetap di Singapura.
Pada masa penjajahan, banyak orang Indonesia yang dibawa ke Belanda. Di sana, mereka menetap dan bahkan menikah dengan orang sekitar.
Banyak orang Belanda yang memiliki minat khusu terhadap bahasa Jawa.
Bahkan di Universiteit Leiden yang merupakan universitas tertua di Belanda kita bisa menemukan naskah kuno dengan huruf Jawa yang masih terawat.
Negara yang berada di sekitar Samudera Pasifik ini juga menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi. Pada mulanya, sejumlah orang Jawa dikirim ke Kaledonia Baru untuk dipekerjakan. Migrasi pertama orang Jawa ke Kaledonia Baru terjadi pada 1896.
Orang Jawa di negara ini pun tetap menggunakan bahasa Jawa, sebagai bahasa sehari-hari mereka.
Itulah deretan negara yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.