Taiwan Minta Dipisahkan dari China Soal Penghitungan Jumlah Korban Virus Korona

Anton Suhartono
Joanee Ou (Foto: AFP)

TAIPEI, iNews.id - Taiwan tak ingin disatukan dengan China soal penghitungan jumlah korban virus korona atau Covid-19. Saat ini ada 22 kasus virus korona di Taiwan sementara China 72.400 lebih.

Tak cuma itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Taiwan dalam status berisiko sangat tinggi virus korona karena terseret China, padahal kondisinya tak separah di Negeri Tirai Bambu. WHO menganggap Taiwan bagian dari China sehingga penghitungannya digabungkan.

Untuk itulah Taiwan mendesak WHO memisahkan wilayah mereka dalam penghitungan jumlah korban.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengatakan, wilayahnya tak berada di bawah pemerintahan China sehingga tak seharusnya dicap sebagai berisiko tinggi.

"Kami mendesak WHO untuk bersikap profesional dan netral. Pisahkanlah kami dari klaim tak masuk akal China. Jangan tersandera oleh China," kata Joanne, dikutip dari Reuters, Selasa (18/2/2020).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan, Kedaulatan Bangsa Jadi Alasannya!

57 tahun lalu

Kisah Anjing Pemilik 1,5 Juta Follower Medsos Dikira Hewan Liar, Dibunuh Jadi Santapan Restoran

57 tahun lalu

Mercedes-Benz Terancam Dilarang Jual Mobil di AS, Takut Kepemilikan Saham China

57 tahun lalu

Latihan Hadapi Mesin Rusak, Pesawat Militer Taiwan malah Jatuh Tewaskan 2 Pilot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal