Swedia Tolak Keterlibatan Rusia untuk Selidiki Ledakan Pipa Gas Nord Stream

Ahmad Islamy Jamil
Sejumlah jalur sistem pipa gas lepas pantai Nord Stream yang ada di dasar Laut Baltik rusak akibat ledakan. (Foto: Reuters)

Pada tanggal 26 September, terjadi penurunan tekanan gas yang drastis dan kebocoran pada jaringan pipa gas Rusia, Nord Stream. Pipa itu mengalir di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman.

Menurut Swedia, Jerman, dan Denmark, insiden itu bisa jadi akibat sabotase. Operator jaringan pipa tersebut, Nord Stream AG, menyatakan bahwa sejauh ini masih sulit untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan atas kebocoran itu.

Kantor Kejaksaan Agung Rusia telah mengklasifikasikan ledakan pipa tersebut sebagai tindakan terorisme internasional. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod mengatakan pemerintahnya menolak peran Rusia dalam investigasi.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, penyelidikan serangan terhadap Nord Stream dapat dianggap andal dan objektif hanya jika Moskow ikut terlibat di dalamnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal