Keputusan tersebut menyusul pengumuman oleh Saudi Aramco yang meningkatkan investasi multi-miliar dolar di China pada Selasa (28/3/2023). Riyadh dan Beijing telah merampungkan kesepakatan untuk membentuk usaha patungan yang direncanakan akan digara di bagian timur laut China, dan mengakuisisi saham di grup petrokimia yang dikendalikan oleh swasata.
Hubungan Riyadh yang makin tumbuh berkembang dengan Beijing telah meningkatkan kekhawatiran keamanan di Washington DC, yang selama ini menjadi sekutu tradisional Saudi. Amerika Serikat menyatakan, upaya China untuk memberikan pengaruh di seluruh dunia tidak akan mengubah kebijakan Washington terhadap Timur Tengah.
Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan atas penarikan diri AS selaku penjamin keamanan utama mereka dari wilayah tersebut. Dunia Arab pun kini telah mulai bergerak untuk menjalin kerja sama dengan mitra yang beragam. Akan tetapi, Washington DC mengklaim akan tetap menjadi mitra aktif di Timur Tengah.
Negara-negara yang tergabung dalam SCO berencana mengadakan latihan kontraterorisme bersama di wilayah Chelyabinsk, Rusia, pada Agustus tahun ini.