Sosok Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas yang Baru, Pernah Dipenjara Israel 23 Tahun

Anton Suhartono
Sosok Yahya Sinwar, kepala biro politik Hamas yang baru, pernah dipenjara Israel 23 tahun (Foto: EPA-EFE)

Dia memainkan peran politik dan militer sekaligus selama perang 7 pekan Hamas-Israel pada 2014. Setahun kemudian, Amerika Serikat memasukkan Sinwar dalam daftar teroris global.

Kemudian pada 2017, Sinwar menjadi pemimpin Hamas di Gaza, menggantikan Haniyeh, yang terpilih sebagai ketua biro politik kelompok tersebut.

Salah satu pernyataan paling terkenal dari Sinwar yang dipetik dalam wawancara dengan Vice News pada 2011, meskipun Palestina tidak menginginkan perang karena biayanya yang mahal, rakyatnya tidak akan pernah mengibarkan bendera putih.

"Untuk waktu lama, kami berusaha melakukan perlawanan yang damai dan populer. Kami berharap bahwa dunia, orang-orang merdeka, dan organisasi internasional, akan mendukung rakyat kami dan menghentikan penjajah (Israel) melakukan kejahatan dan membanta rakyat kami. Sayangnya, dunia hanya berdiri dan menonton," ujarnya, saat itu.

Tidak seperti Haniyeh, sosok yang berjuang dari luar Gaza dan bertemu dengan para pejabat dari negara Muslim, Sinwar tampaknya akan menjalankan kepemimpinan politik Hamas dari terowongan-terowongan di Gaza. Dia tak muncul ke publik sejak 7 Oktober.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza

57 tahun lalu

PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban

57 tahun lalu

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

57 tahun lalu

Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal