Pria kelahiran 1979 ini mengenyam pendidikan teknik di Universitas Teknik Istanbul. Dia kemudian melanjutkan kuliah di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, atas beasiswa dari kampusnya. Di Pennsylvania Selcuk menerima gelar master pada 2004. Karena kecerdasannya, Selcuk mendapat beasiswa belajar di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan menerima gelar master keduanya.
Ketika masih belajar di Pennsylvania, Selcuk Bayraktar berhasil melakukan koordinasi udara dan darat pada pesawat tanpa awak dalam penerbangan bersama tim robot terestrial. Drone inilah yang kemudian menjadi bahan disertasi Selcuk di MIT serta mendapat banyak pujian. Jurnal ilmiah karyanya menjadi jurnal teknik terkemuka dan banyak dirujuk para peneliti.
Dia lalu kembali ke tanah kelahiran pada 2007 dan langsung menjadi petinggi CTO. Sosok Selcuk Bayraktar lalu mengembangkan teknologi drone dan membantu pasukan keamanan Turki. Fokus utama Selcuk adalah mengembangkan Bayraktar Akinci, drone seberat 6 ton.
Selain itu, timnya juga mengembangkan teknologi anyar Turki lainnya, seperti mobil terbang bernama Cezeri dan respirator medis yang sangat berguna di masa pandemi Covid-19 ini.
Sosok Selcuk Bayraktar juga memiliki sederet prestasi dan menulis banyak publikasi ilmiah. Tulisannya yang sering dikutip berjudul ‘Experimental Cooperative Control of Fixed-Wing Unmanned Aerial Vehicles’, ditulis pada 2004.