Sosok Cilia Flores, Istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Ikut Ditangkap Militer AS

Anton Suhartono
Cilia Flores, istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro, ikut ditangkap oleh militer Amerika Serikat (Foto: AP)

Pada 2006, dia mencatat sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Majelis Nasional, posisi strategis yang memperkuat pengaruhnya di pemerintahan.

Setelah Nicolas Maduro menjabat Presiden Venezuela pada 2013, peran Cilia Flores semakin signifikan. Dia dijuluki “first combatant” oleh pendukungnya, istilah yang menggambarkan keterlibatan aktifnya dalam urusan politik, bukan sekadar sebagai ibu negara. 

Flores juga dikenal sering mendampingi Maduro dalam forum-forum internasional dan kegiatan politik penting.

Namun, nama Cilia Flores tak lepas dari berbagai kontroversi. AS dan negara-negara Barat menuduhnya terlibat dalam praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta jaringan kejahatan terorganisasi. Pada 2015, dua keponakannya ditangkap otoritas AS dengan tuduhan penyelundupan narkoba, kasus yang turut menyeret nama Flores ke dalam sorotan internasional meski dia membantah keterlibatan langsung.

AS kemudian menjatuhkan sanksi terhadap Cilia Flores, termasuk pembekuan aset dan larangan perjalanan. Washington menilai Flores sebagai bagian dari lingkaran inti kekuasaan Maduro yang dianggap bertanggung jawab atas krisis politik, ekonomi, dan kemanusiaan di Venezuela.

Laporan penangkapan Cilia Flores bersama suaminya oleh militer AS memicu reaksi keras dari pendukung pemerintah Venezuela dan sekutu-sekutunya. Pemerintah Rusia, China, dan Iran mengecam langkah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara oposisi Venezuela menilai penahanan Flores sebagai simbol runtuhnya kekuasaan elite lama.

Cilia Flores selama ini dikenal sebagai sosok kuat di balik kepemimpinan Maduro. Dari pengacara dan politisi parlemen hingga menjadi ibu negara paling berpengaruh dalam sejarah Venezuela modern, Flores kini menjadi figur sentral dalam episode dramatis yang mengguncang politik Amerika Latin dan hubungan global.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 188 Orang, 1.500 Lainnya Luka

57 tahun lalu

Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal