Sejak kecil, Albanese sudah aktif membela kepentingan keluarga. Di usia 12 tahun, Albanese mengatur aksi mogok pemabayaran sewa properti yang berhasil mencegah penjualan properti milik ibunya ke pengembang. Perjuangan masa kecilnya itu ternyata berpengaruh pada sosok Albanese dewasa.
Orang-orang dekat mengenal Albanese sebagai sosok yang memiliki pragmatisme serta kepedulian sosial yang tinggi sebagaimana diperjuangkannya di masa kecil.
"Itu memberi saya tekad, setiap hari, membantu orang-orang seperti saya untuk tumbuh dewasa, agar memiliki kehidupan lebih baik," kata Albanese, pada Januari, mengenang saat bagaimana dia menggantungkan hidup dari tetangga untuk mendapat makan.
Saat itu ibunya, bergantung dari penghasilan uang pensiun, tidak mampu memenuhi nafkah keluarga.
Albanese juga menjadi orang pertama di keluarganya yang merasakan bangku kuliah. Dia memilih jurusan ekonomi serta aktif dalam kegiatan mahasiswa.
Pada usia 22 tahun, dia terpilih sebagai Presiden Buruh Muda, sayap pemuda Partai Buruh. Dia juga bekerja sebagai petugas penelitian di bawah pemerintahan Bob Hawke, perdana menteri terlama dari Partai Buruh.