Sosok Alexei Navalny, Pemimpin Oposisi Rusia yang Tewas di Penjara

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, pada 2018. (Foto: Reuters)

Dalam mengkritik kemewahan gaya hidup para pejabat senior Rusia, Navalny kerap menyampaikannya secara lugas lewat blog-blognya. Dia bahkan dan menggambarkan Rusia sebagai negara yang diperintah oleh “para penjahat dan pencuri”.

Dia juga ambil bagian dalam pawai nasionalis Rusia pada 2000-an. Seruan untuk membatasi imigrasi serta kritik atas pandangan sebagian orang yang menilainya terlalu nasionalis, telah mendorongnya untuk dikeluarkan dari partai oposisi liberal Yabloko pada 2007.

Ketika demonstrasi menentang Putin berkobar pada Desember 2011—menyusul pemilu yang dituduh diwarnai kecurangan—dia adalah salah satu pemimpin protes pertama yang ditangkap.

Navalny juga pernah meramalkan bahwa Rusia akan menghadapi gejolak politik yang dahsyat, termasuk revolusi, karena menurutnya Putin telah membangun sistem pemerintahan pribadi yang rapuh dan bergantung pada para pejabat penjilat dan gemar korupsi.

Para pejabat dari dunia Barat hari ini ramai-ramai mengecam kepemimpinan Rusia atas meninggalnya Navalny. Salah satunya adalah Menteri Luar Negeri Swedia, Tobias Billstrom, yang menyebut kematian tokoh oposisi Moskow itu sebagai berita yang mengerikan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

AHY: Oposisi Harus Konstruktif dan Beri Solusi, Tak Boleh Pecah Belah Bangsa

57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal