Insiden pembunuhan guru Prancis itu telah memicu perdebatan tentang saling menghormati agama lain. Banyak pemimpin di Dunia Islam mengutuk pembunuhan tersebut. Akan tetapi, mereka juga menekankan pentingnya untuk menghormati para nabi.
Al-Issa mengutuk dengan sangat keras penggunaan karikatur Nabi Muhammad dan mengatakan bahwa perbuatan semacam itu melukai hati umat Islam. Namun, dia menekankan bahwa sosok Nabi Muhammad terlalu besar dan agung untuk diremehkan oleh kartun belaka.
Dia pun mendorong umat Islam untuk menghindari reaksi negatif yang berlebihan. Dia menasihati agar kaum Muslim bertindak hanya berdasarkan ajaran agama Islam, salah satunya dengan bersabar dan meminta pertolongan Allah.
“Surat kabar yang tidak penting dengan hampir tidak ada penjualan atau langganan, ilustrator yang tidak penting dan tidak dikenal, justru memperoleh ketenaran internasional dengan mudah dan gratis. Ini karena reaksi negatif yang membuat mereka jadi terkenal,” ujarnya mengacu kepada media-media Barat yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.
“Pengadilan HAM Eropa telah memutuskan bahwa menghina Nabi Muhammad kita—semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian—tidak termasuk dalam ruang lingkup kebebasan berekspresi,” tutur al-Issa lagi.
Singkatnya, kata dia, prinsip kebebasan tidak bisa menjadi alasan untuk menyebarkan kebencian terhadap sesama.