Seorang sumber pejabat yang dekat dengan Macron mengatakan, kebocoran SMS itu merupakan bukti bahwa Australia menggunakan cara yang sangat tidak elegan. Dia lalu menegaskan sikap yang ditunjukkan Macron dalam SMS itu justru membuktikan Presiden belum mengetahui soal pembatalan tersebut sebelumnya.
"Sebaliknya, SMS ini menunjukkan bahwa Presiden tidak tahu bahwa mereka akan membatalkan kontrak," ujar pria yang meminta namanya tak dipublikasikan tersebut.
Dia menambahkan, pemerintah Prancis mengetahui Australia memiliki beberapa masalah soal kontrak kapal selam, namun tak berpikir sampai membatalkannya. Permasalahan yang muncul sebatas aspek teknis dan jadwal, hal biasa dalam setiap kontrak besar.
Belum ada tanggapan dari Morrison soal kebocoran SMS tersebut. Laporan mengaitkan kebocoran SMS itu bisa saja disengaja oleh kantor perdana menteri Morrison sebagai pembalasan setelah dituduh berbohong oleh Macron.