Sistem Pertahanan Buatan AS Bisa Dibobol Rudal Houthi, Uni Emirat Arab Beli Punya Israel

Anton Suhartono
Sistem pertahanan udara Spyder Israel (Foto: Rafael)

NEW YORK, iNews.id - Israel dilaporkan menyetujui penjualan sistem pertahanan udara Python and Derby (Spyder) ke Uni Emirat Arab (UEA). Negara Teluk itu sebenarnya sudah menggunakan sistem pertahanan buatan Amerika Serikat (AS) yakni Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan Patriot, namun masih bisa dibobol rudal-rudal pemberontak Houthi, Yaman.

Dua orang sumber mengatakan kepada Reuters, kesepakatan penjualan sistem pertahanan udara itu dicapai pada pertengahan musim panas. Itu bersamaan saat Amerika Serikat (AS) dan Israel mendorong negara-negara Arab untuk menghubungkan sistem pertahanan udara masing-masing guna melawan serangan drone dan rudal Iran. Sebagian besar serangan ke UEA dilakukan pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Sumber lainnya mengatakan, UAE juga mendapatkan teknologi dari Israel untuk mampu mencegat serangan drone setelah serangan yang terjadi di Abu Dhabi pada awal tahun ini.

Sejauh ini Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel maupun Rafael menolak berkomentar, demikian pula dengan Kementerian Luar Negeri UAE.

Belum diketahui berapa jumlah unit Spyder yang masuk dalam kesepakatan atau apakah ada yang sudah dikirim atau tidak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada

57 tahun lalu

Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon

57 tahun lalu

Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal