Singapura Larang Guru Gunakan Aplikasi Zoom setelah Insiden Cabul

Ahmad Islamy Jamil
Penggunaan aplikasi zoom untuk rapat (ilustrasi). (Foto: AFP)

Taiwan dan Jerman telah membatasi penggunaan Zoom. Sementara, Google Alphabet Inc pada Rabu (8/4/2020) lalu melarang penggunaan Zoom versi desktop di laptop-laptop milik perusahaan. Zoom Video Communications Inc selaku pengembang aplikasi tersebut kini juga tengah menghadapi gugatan class action.

Kekhawatiran telah berkembang karena kurangnya enkripsi sesi pertemuan ujung-ke-ujung, perutean lalu lintas melalui China serta zoombombing, yaitu ketika tamu tak diundang dapat mengganggu rapat.

Zoom Video Communications Inc dalam keterangan tertulisnya menyatakan, mereka sangat mengutuk perilaku cabul seperti itu. Perusahaan teknologi itu pun berjanji akan menyediakan alat dan sumber daya yang dibutuhkan para pendidik pada platform yang aman dan terjaga.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato di Singapura, AHY: Infrastruktur adalah Kunci Masa Depan Keberlanjutan

57 tahun lalu

Menlu Singapura Ajak RI-Malaysia Perbarui Kerja Sama Sijori, Dongkrak Investasi Kawasan

57 tahun lalu

Menlu Singapura Apresiasi Respons Cepat RI Evakuasi Warganya dari Erupsi Gunung Dukono

57 tahun lalu

Bahlil soal Ekspor Listrik ke Singapura: Harganya Harus Fair

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal