Sidang Kasus Korupsi, Netanyahu Salahkan Media Massa

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu menyalahkan media massa di balik tuduhan korupsi yang menjeratnya (Foto: AP)

Dalam kesaksiannya, Netanyahu mengecam media massa Israel atas sikapnya yang "kekirian". Dia juga menuduh para jurnalis memburunya selama bertahun-tahun karena kebijakannya yang tidak sejalan dengan dorongan untuk mengakui berdirinya negara Palestina.

"Saya telah menunggu selama 8 tahun untuk momen ini untuk mengungkap yang sebenarnya. Tetapi saya juga seorang perdana menteri. Saya memimpin negara ini melalui perang di tujuh front. Saya kira keduanya bisa berjalan secara paralel," kata Netanyahu, kepada panel hakim yang terdiri atas tiga orang.

Dia didakwa memberikan keuntungan kepada perusahaan Bezeq Telecom Israel dalam bentuk keringanan regulasi senilai 1,8 miliar shekel atau sekitar Rp8 triliun (kurs saat ini). Hadiah itu diberikan karena perusahaan yang memiliki jaringan media massa itu memberikan pemberitaan positif untuk dirinya dan sang istri, Sara Netanyahu.

Dia juga dituduh merundingkan kesepakatan dengan pemilik surat kabar Yedioth Ahronoth untuk liputan positif sebagai imbalan atas undang-undang (UU) yang memperlambat pertumbuhan pesaingnya. Netanyahu membantah semua tuduhan terhadapnya. 

“Jika saya menginginkan liputan yang bagus, yang harus saya lakukan hanyalah memberi isyarat ke arah solusi dua negara. Jika saya bergerak dua langkah ke kiri, saya akan dipuji,” katanya, menyindir media massa.

Dia juga membanggakan dirinya sebagai pembela setia Israel yang mampu menahan tekanan kekuatan internasional serta media di dalam negeri yang menjadi musuh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Hotman Paris Dampingi Pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka di Kejagung

20 jam lalu

Kejam! Israel Akan Kelilingi Penjara Tahanan Palestina dengan Banyak Buaya

20 jam lalu

Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah

21 jam lalu

Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal