Menurut laporan tersebut, Asma mengungkapkan ketidakpuasan dengan kehidupannya di Moskow sehingga ingin pindah ke London, Inggris, negara tempatnya dilahirkan.
Assad menjadi penguasa Suriah terakhir dari Partai Baath, mengakhiri cengkraman partai itu selama 61 tahun.
Rusia merupakan sekutu dekat rezim Assad, membantu pemerintahannya melawan HTS dan kelompok-kelompok oposisi lain dalam perang saudara sejak 2011, setahun setelah dia berkuasa.
Surat kabar Inggris Financial Times melaporkan Assad pernah mengirim uang tunai ke Rusia sebesar 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun (kurs saat ini). Uang itu dikirim antara 2018 hingga 2019 saat Rusia sedang babak belur dijatuhi sanksi dari negara-negara Barat.
Di saat yang sama, Assad sangat membutuhkan bantuan militer dari Rusia dalam menghadapi perang saudara melawan para pemberontak.