Serangan terhadap Muslim di AS Capai Rekor Tertinggi pada 2023, Dipicu Perang Israel-Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi kampanye untuk menolak Islamofobia. (Foto: Pixabay)

“Kekuatan utama di balik gelombang Islamofobia yang meningkat ini adalah meningkatnya kekerasan di Israel dan Palestina pada Oktober 2023,” ungkap CAIR dalam laporannya, seperti dikutip Reuters, Selasa (2/4/2024).

Menurut kelompok itu, pengaduan yang paling banyak mereka terima pada 2023 yaitu pada kategori imigrasi dan suaka, diskriminasi pekerjaan, kejahatan rasial, dan diskriminasi pendidikan.

CAIR mengatakan, pihaknya mengumpulkan data tersebut dengan meninjau pernyataan publik dan video serta laporan dari panggilan publik, email, dan sistem pengaduan online. Selain itu, lembaga tersebut juga menghubungi para korban yang insidennya terungkap lewat laporan media.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal