Ini bukan pertama kali misi diplomatik Azerbaijan menjadi target. Kemlu Azerbaijan menegaskan ini merupakan serangan ketiga yang mengenai kompleks kedubes mereka sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022.
Azerbaijan: Ada Unsur Kesengajaan?
Baku bereaksi cepat dengan memanggil Duta Besar Rusia, Mikhail Yevdokimov, untuk menyampaikan protes resmi. Dalam pernyataannya, Kemlu Azerbaijan menyiratkan dugaan adanya unsur kesengajaan dalam serangan tersebut.
“Semua fakta-fakta ini menimbulkan pertanyaan mengenai dugaan kesengajaan serangan rudal tersebut,” bunyi pernyataan, dikutip dari Anadolu, Sabtu (15/11/2025).
Azerbaijan menegaskan serangan terhadap misi diplomatik merupakan pelanggaran berat norma internasional. Rusia diminta melakukan penyelidikan menyeluruh dan memberikan penjelasan rinci mengenai bagaimana rudal Iskander dapat menghantam fasilitas diplomatik yang seharusnya dilindungi.
Ketegangan Diplomatik Menguat di Tengah Konflik Berlanjut
Serangan Rusia ke Kiev kali ini menambah panjang daftar kerusakan yang terjadi di luar zona militer murni. Tembakan rudal ke kedutaan, meski tanpa korban jiwa, mendorong Azerbaijan berada pada posisi yang semakin kritis dalam menyikapi perang yang tidak melibatkan mereka secara langsung.
Dengan protes resmi yang telah dilayangkan, hubungan Moskow-Baku kembali memasuki fase sensitif. Sementara itu, otoritas Ukraina dan komunitas internasional menyoroti bahaya meningkatnya serangan terhadap fasilitas sipil dan diplomatik.
Konflik yang tampak jauh dari kata usai kini berisiko membuka front diplomatik baru, menambah panas situasi geopolitik di kawasan Eurasia.