DUBAI, iNews.id - Serangan drone memicu kebakaran di dekat Bandara Internasional Dubai dan mengganggu operasional penerbangan di salah satu bandara tersibuk di dunia itu, Senin (16/3/2026). Insiden tersebut terjadi saat serangan drone dan rudal juga dilaporkan melanda sejumlah negara Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.
Pemerintah Uni Emirat Arab terpaksa mengalihkan beberapa penerbangan dari Dubai International Airport akibat kebakaran di area sekitar fasilitas bandara. Sebagian penerbangan dialihkan ke Al Maktoum International Airport sebagai langkah darurat.
Kantor Media Dubai menyebut, tim pertahanan sipil berhasil mengendalikan kebakaran yang terjadi setelah sebuah drone menghantam tangki bahan bakar di sekitar bandara. Tidak ada korban luka dilaporkan dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Dubai mengatakan, penerbangan di bandara tersebut sempat dihentikan sementara untuk menjamin keselamatan penumpang dan staf. Hingga kini belum ada kepastian kapan operasional penerbangan akan kembali normal.
Di ibu kota UEA, Abu Dhabi, otoritas setempat juga menangani insiden lain setelah sebuah rudal jatuh menimpa kendaraan sipil di kawasan Al Bahyan. Kantor media kota melaporkan satu warga Palestina tewas akibat kejadian tersebut.
Pada hari yang sama, kebakaran juga dilaporkan terjadi di zona industri di Fujairah setelah serangan drone. Tim pertahanan sipil dikerahkan untuk memadamkan api, dan tidak ada korban luka dilaporkan.
Sebelumnya, pusat minyak Fujairah juga sempat kebakaran setelah puing drone jatuh saat dicegat, pada Sabtu lalu. Insiden ini terjadi hanya tiga hari setelah dua drone jatuh di dekat Bandara Dubai dan melukai empat orang.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengatakan, sedikitnya enam orang telah tewas sejak perang dimulai pada 28 Februari. Korban terdiri dari empat warga sipil serta dua personel militer yang tewas dalam kecelakaan helikopter akibat gangguan teknis.