"Hanya bajingan yang bisa bertindak seperti ini. Merenggut nyawa orang tak berdaya," katanya, seraya menambahkan serangan terjadi pada Minggu Palma saat banyak orang berangkat ke gereja.
Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko mengatakan para korban serangan itu adalah warga yang berada di jalanan, mobil, angkutan umum, serta gedung-gedung sekitar lokasi.
"Pembunuhan warga sipil yang disengaja pada hari raya gereja yang penting," kata Klymenko, seperti dikutip dari Reuters.
Andriy Yermak, kepala staf Zelensky, menyebut rudal yang ditembakkan Rusia berisi bom curah.
“Rusia melakukan ini untuk membunuh sebanyak mungkin warga sipil,” ujarnya.
Sumy merupakan kota dengan populasi sekitar 250.000 jiwa, terletak sekitar 25 km dari perbatasan Rusia. Kota ini menjadi daerah garnisun saat pasukan Ukraina melancarkan serangan ke Rusia pada Agustus lalu.
Sebelumnya Rusia juga membombardir Kota Kryvyi Rih, Ukraina, kampung halaman Zelensky. Lokasinya jauh dari garis depan pertempuran darat di timur dan selatan. Serangan itu menewaskan 20 orang, termasuk sembilan anak-anak.