Yanawut Chakrawattisawang, pemilik bioskop luar ruangan, menceritakan ketakutan awalnya tentang acara tersebut. Pria berusia 42 tahun itu mengaku biasanya memutar film di desa-desa dan baru pertama kali memutar film bagi para roh di permakaman Tiongkok.
Dia sempat khawatir tentang lokasi yang tepat untuk mengatur pemutaran film tersebut. Namun, setelah melihat lokasinya langsung dan kehadiran staf yayasan di sisinya, ketakutannya sedikit berkurang.
"Awalnya saya merasa takut karena tidak tahu di mana saya akan menayangkan film. Tetapi melihat tempat itu dan kehadiran staf yayasan membuat saya merasa sedikit lebih baik," kata Yanawut, dikutip dari The Thaiger, Sabtu (6/7/2024).
Meskipun demikian, Yanawut tidak tinggal di pekuburan itu sampai pemutaran film selesai. Karena ketakutan, dia memilih untuk pulang ke rumah dan kembali lagi pada tengah malam ketika film sudah berakhir.
"Saya tidak tinggal di permakaman selama pemutaran film karena saya masih takut, jadi saya pulang ke rumah dan kembali pada tengah malam ketika film selesai."