"Karena (raja) menghormati otoritas kehakiman," demikian pernyataan pengacara Raja Albert II seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (29/5/2019).
Langkah itu tidak menyiratkan pengakuan bersalah.
"Dia bereaksi sangat positif karena dengan tes DNA itu, ada bukti biologis yang nyata," kata pengacara Boel, Yves-Henri Leleu.
Menurut pengacara Raja Albert II, hasil tes DNA harus disegel hingga kasus hukum itu disidangkan.
Desas-desus tentang Albert II dan ibunda Boel sudah berlangsung bertahun-tahun. Tetapi kabar bahwa Albert mungkin memiliki anak dengannya baru diungkapkan secara terbuka dalam biografi istri Albert, yaitu Ratu Paola, yang diterbitkan pada 1999.
Dalam pesan Natal tahun 1999 itu, Albert secara tidak langsung mengakui perselingkuhannya pada masa silam, dan mengatakan dia dan Ratu Paola melalui “krisis” pada akhir 1960-an yang hampir menghancurkan perkawinan mereka itu.
"Tetapi tak lama kemudian mereka mengatasi masalah tersebut."
Enam tahun lalu, Boel –yang memiliki banyak kemiripan yang sangat nyata dengan sebagian anggota keluarga kerajaan– mengajukan gugatan hukum untuk membuktikan bahwa Albert II adalah ayahnya.