Sempat Berseteru dengan Prancis soal Kartun Nabi, Turki Kutuk Pembunuhan di Gereja

Arif Budiwinarto
Polisi berkumpul di depan gereja lokasi penikaman yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis (29/10/2020) pagi waktu setempat. (foto: AFP)

Pernyataan Erdogan merespons perkataan Macron yang menyebut penggunaan kartun Nabi Muhammad sebagai media kebebasan berekspresi sangat dijunjung tinggi di Prancis.

Perseteruan dua negara makin memanas setelah majalah satir Charlie Hebdo--yang menerbitkan kartun Nabi Muhammad--juga merilis kartun menggambarkan Erdogan berlaku cabul terhadap seorang perempuan Muslim.

Insiden pembunuhan di dalam gereja Notre-Dame menambah panjang catatan aksi kekerasan berbau agama di Prancis. Sebelumnya, seorang guru sejarah bernama Samuel Paty tewas mengenaskan dengan kondisi leher tergorok.

Guru malang itu diketahui sempat menggunakan kartun Nabi Muhammad sebagai bahan pembahasan di kelas kebebasan berekspresi di sekolah tempatnya mengajar.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Breaking News: Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal