Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Central China Television (CCTV) pada 14 April 2021 mengungkapkan bahwa ada puluhan nelayan yang melaporkan kepada pemerintah soal perangkat mata-mata asing yang mereka temukan di laut. Para nelayan itu berasal dari berbagai kota di Provinsi Jiangsu, Provinsi Zhejiang, Provinsi Hainan, dan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang.
Sebagai contoh, seorang nelayan di Yancheng, Provinsi Jiangsu, berhasil menangkap sebuah alat yang berbentuk seperti perahu kecil dengan panjang sekitar 3 meter. Tang Jiansheng, seorang ahli teknik akustik bawah air, mengatakan kepada media bahwa bagian atas benda itu terlihat seperti perahu. Tetapi bagian bawahnya terdiri tas enam sayap yang dihubungkan oleh semacam “tali pusar”.
Benda itu juga memiliki baling-baling di belakangnya dan, jika dilihat dari bentuknya, sebenarnya adalah wave glider alias alat peluncur gelombang .
Wave glider itu memiliki kontrol arah yang sangat baik di bawah air, sehingga boleh disebut sebagai salah satu desain perangkat mata-mata yang paling canggih. Sejumlah pakar mengatakan, peluncur gelombang adalah jenis baru perangkat tak berawak laut, didukung oleh pasang surut gelombang, yang pengoperasiannya menggunakan energi matahari untuk mengumpulkan data, komunikasi, dan penentuan posisi.
Glider tersebut membawa sejumlah besar sensor, yang juga mampu mengukur parameter lingkungan lautan.
“Kendaraan bawah air tak berawak ini bukanlah peralatan yang diproduksi atau digunakan oleh China. Dapat dipastikan bahwa itu adalah perangkat mata-mata rahasia yang diluncurkan secara diam-diam oleh negara asing di perairan China. Alat ini memiliki kinerja canggih dan fungsi yang kuat dan dapat memenuhi misi pengintaian dan pengumpulan intelijen,” kata pakar itu.
Peralatan mata-mata milik negara asing yang menyusup ke perairan China dapat mengumpulkan data tentang arus laut, hidrologi, suhu, kelembaban, salinitas, polutan, dan lain-lain. “Data dan informasi ini adalah rahasia negara yang sensitif dan ini adalah tindakan spionase dan pencurian,” kata seorang petugas polisi dari Biro Rahasia Negara Taizhou, Zhejiang, kepada CCTV.