Mungkin ada pertanyaan mengapa tidak menggunakan kata "help!" sebagai gantinya. Namun, ahli bahasa pada waktu itu menyatakan bahwa kata "help" sudah terlalu umum digunakan dalam percakapan sehari-hari dan bukan hanya dalam situasi darurat.
Industri penerbangan membutuhkan istilah yang berbeda. Ketika sedang berusaha keras mencari kata yang tepat, Stanley juga sedang sibuk mengatur arus lalu lintas penerbangan antara Croydon dan bandara Le Bourget di Paris, Perancis.
Dari situlah muncul istilah "mayday". Stanley mengambil istilah tersebut dari kata "m'aider" yang berarti "tolong saya" dalam bahasa Prancis.
Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1927, International Radiotelegraph Convention of Washington, Amerika Serikat secara resmi menetapkan istilah "mayday" sebagai tanda keadaan darurat.
Untuk memperkuat penggunaannya, pengucapan kata "mayday" harus dilakukan tiga kali berturut-turut agar dapat dibedakan dengan jelas dari kata-kata lain, bahkan dalam keadaan yang berisik sekalipun.