Puncaknya terjadi pada 7 April 2026 dini hari. Artemis II menjalani fase lunar flyby, yaitu melintas dan mengitari sisi jauh Bulan. Dalam momen ini, para astronot menyaksikan langsung bagian Bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi, sebuah pemandangan langka yang selama ini hanya bisa dibayangkan.
Namun, ada tantangan yang harus dihadapi. Saat melintasi sisi jauh Bulan, komunikasi dengan Bumi sempat terputus selama sekitar 40 menit. Kondisi ini dikenal sebagai blackout, ketika sinyal radio tidak dapat menembus penghalang alami Bulan.
Meski demikian, fase ini justru menjadi inti dari misi. Selain mencetak rekor sebagai perjalanan manusia terjauh dari Bumi dalam era modern, Artemis II juga memanfaatkan gravitasi Bulan untuk kembali ke Bumi melalui teknik free-return trajectory.
Kehadiran empat astronot ini mencatat sejarah baru, termasuk partisipasi perempuan dan astronot non-Amerika dalam perjalanan sejauh ini ke luar orbit Bumi.
Meski tidak melakukan pendaratan, misi Artemis II memegang peran vital. Seluruh data dan pengalaman yang dikumpulkan akan menjadi bekal utama bagi misi berikutnya, yang ditargetkan membawa manusia kembali menginjakkan kaki di Bulan.