Sebagian Perkamen Laut Mati di Museum Alkitab AS Ternyata Palsu

Nathania Riris Michico
Para pengunjung mengamati pameran gulungan perkamen Laut Mati atau Dead Sea Scrolls di Museum Alkitab di Washington DC. (Foto: AFP)

"Sebagai lembaga pendidikan yang dipercayakan dengan warisan budaya, museum menjunjung tinggi dan mematuhi semua pedoman etika tentang perawatan koleksi, penelitian, dan pameran."

Contoh potongan perkamen Laut Mati yang rusak. (Foto: CNN)

Koleksi Dead Sea Scrolls, yang dipercaya merupakan tulisan-tulisan keagamaan Yahudi, ditemukan pertengahan 1940 hingga 1956 di gua-gua yang terletak di tepi Laut Mati di Israel.

Kumpulan gulungan kertas perkamen tersebut diyakini berasal dari zaman Nabi Isa. Keseluruhan koleksi itu terdiri dari sekitar 9.000 gulungan dan 50.000 bagian-bagiannya yang rusak.

Kebanyakan dari gulungan perkamen itu dikuasai dengan ketat oleh Otoritas Purbakala Israel.

Namun pada 2002, muncul bagian-bagian baru di pasar barang-barang kuno, walaupun banyak pakar Alkitab tidak percaya akan keasliannya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 bulan lalu

Israel Tuding Negara-Negara Barat Gagal Lindungi Orang Yahudi

Internasional
2 bulan lalu

Penembakan di Australia, Israel Anggap Diaspora Yahudi Tak Lagi Aman di Negara Barat

Internasional
2 bulan lalu

Orang Yahudi di Negara Barat Diminta Pindah ke Israel Pasca-Penembakan Australia

Internasional
2 bulan lalu

Pria Muslim yang Cegah Penembakan Komunitas Yahudi di Australia Dapat Sumbangan Rp27 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal