Langkah-langkah yang diambil meliputi penyampaian pesan kewaspadaan yang proaktif, menambah pos pemeriksaan keamanan di pintu masuk menuju Makkah dan tempat-tempat suci, pemanfaatan teknologi pemantauan yang canggih, serta penegakan hukuman segera atas pelanggaran.
Contoh dari keberhasilan kampanye tersebut bisa dilihat dari pelaksanaan Wukuf di Arafah. Para jemaah mengikuti instruksi dan tiba di tempat tujuan tepat waktu, sehingga arus lalu lintas menjadi lancar dan jalan di sekitar Arafah dan Masjid Namira juga lancar.
Setiap jemaah disediakan ruang nyaman di tempat-tempat suci guna memastikan pemenuhan segala kebutuhan mereka, termasuk kesehatan, pemondokan, katering, dan transportasi.
Upaya terkoordinasi di semua sektor memfasilitasi pergerakan jemaah secara efisien ke tempat-tempat suci melalui bus dan kereta.
Kartu Nusuk dan sistem pengawasan teknis modern juga memainkan peran penting dalam mengelola pelaksanaan haji serta memastikan kepatuhan jemaah.
Pencapaian musim haji tahun ini mencerminkan tujuan utama Saudi Vision 2030 untuk meningkatkan layanan haji dan umrah dengan memberikan pengalaman yang aman dan lancar bagi setiap jemaah.
Haji tahun ini diikuti 1,67 juta lebih jemaah, sebanyak 1,5 juta di antaranya berasal dari luar negeri.