Sadis, Perempuan Hamil di Afsel Dibunuh lalu Tubuhnya Digantung di Pohon

Arif Budiwinarto
Tshegofatso Pule ditemukan tewas tergantung di pohon di Johannesburg, Afrika Selatan

Saat negara tengah fokus menangani pandemi Covid-19, kekerasan berbasis gender kembali mencuat jadi permasalahan pelik negara di selatan Afrika itu. Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menyebut fakta tersebut sebagai aib negara.

Ramaphosa mengklaim pemerintahnya sudah berusaha menambah sumber daya untuk menekan kekerasan yang kerap disembunyikan oleh warga tradisional Afrika Selatan.

"Kami mencatat hal menjijikan saat negara ini menghadapi ancaman paling mengerikan dari pandemi Covid-19, ada pria kejam yang mengambil keuntungan dari pelonggaran pembatasan untuk melakukan kekerasan pada perempuan dan anak-anak," demikian pernyataan Ramaphosa dikutip dari BBC, Rabu (17/6/2020).

Dalam sepekan terakhir, setidaknya sudah terjadi tiga pembunuhan sadis pada perempuan dan anak. Selain kasus nyonya Pule, dua kasus lainnya menimpa Naledi Phangindawo (25 tahun) yang ditikam di dekat kota pelabuhan Mossel Bay pada Sabtu lalu. Sebelumnya, ada kasus pembunuhan perempuan muda yang jasadnya dikubur di bawah pohon di Soweto.

Pemerintah Afrika Selatan melansir sebanyak 51 persen perempuan di Afrika Selatan pernah mengalami kekerasan dilakukan oleh orang yang masih memiliki hubungan dengannya.

Presiden Ramaphosa meminta agar perempuan, atau siapapun yang melihat atau mengalami kekerasan berbasis gender berani bersuara.

"Kekerasan berbasis gender tumbuh subur dalam iklim 'keheningan'. Kami melihat, dengan warga tidak berani berbicara, itu bisa melibatkan keluarga atau pribadi dalam kejahatan paling berbahaya ini," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
9 hari lalu

Panas! Afrika Selatan Usir Diplomat Israel gara-gara Hina Presiden di Medsos

Internasional
2 bulan lalu

Kelompok Kriminal Bersenjata Tembaki Kedai Minuman, 10 Orang Tewas

Internasional
2 bulan lalu

Penembakan di Bar Afrika Selatan Tewaskan 11 Orang, Termasuk 3 Anak-Anak

Internasional
2 bulan lalu

Kontroversi KTT G20 2026, Bisakah Amerika Tendang Afrika Selatan sebagai Anggota Tetap?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal