Pada 3 Maret 2020, polisi menemukan korban di dalam rumahnya dengan luka parah. Perempuan paruh baya itu lalu dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal karena luka-luka yang dialaminya.
Menurut laporan New York Post, Powell menyerang ibunya, ketika korban sedang berbicara melalui telepon dengan pejabat di kampusnya.
Sementara pengacara Powell berpendapat, kliennya menderita skizofrenia dan oleh karena itu tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan tersebut. James Reardon, salah satu dari tiga ahli kejiwaan membuat diagnosis tersebut, menyebut Sydney menderita gangguan psikotik ketika membunuh ibunya.
Akan tetapi, Sylvia O’Bradovich, seorang psikolog yang bekerja untuk tim jaksa, tidak setuju dengan diagnosis tersebut. Dia mengatakan, Powell tidak memenuhi definisi hukum tentang kegilaan pada saat kejahatan tersebut terjadi. Namun, O’Bradovich setuju bahwa Powell menderita masalah kesehatan mental, termasuk ciri-ciri kepribadian ambang, berpura-pura sakit dan gangguan kecemasan.
Menurut jadwal, vonis hukuman Powell akan diumumkan pada Kamis (28/9/2023).