Rusia Sebut Turki Langgar Perjanjian karena Bebaskan Komandan Tentara Neo-Nazi Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Para anggota Batalion Azov, pasukan neo-Nazi Ukraina yang turut bertempur melawan Rusia di Mariupol, tahun lalu. (Foto: Reuters)

Penjabat Kepala Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushilin mengatakan, sebagai akibat dari pertukaran tahanan dengan Ukraina, sebanyak 215 orang, termasuk para pemimpin Batalion Azov, telah dipindahkan ke Turki pada September 2022. Pertukaran tahanan itu juga dibenarkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Pada Januari 2023, surat kabar Hurriyet melaporkan, mengutip sumber-sumber Turki, bahwa para pemimpin Azov berada di Turki atas permintaan Rusia.

Rusia sering menyebut pasukan Azov sebagai tentara neo-Nazi yang mengusung ideologi ekstremis di Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Terima Kunjungan Menlu Turki di Hambalang, Ini yang Dibahas 

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal