Rusia Klaim Ukraina Tolak Kerja Sama saat Pembukaan Koridor Kemanusiaan

Umaya Khusniah
Rusia mengklaim Ukraina menolak tidak bekerja sama dalam evakuasi warga sipil di Kharkiv dan Sumy. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Rusia mengklaim Ukraina menolak tidak bekerja sama dalam evakuasiwarga sipil di Kharkiv dan Sumy. Hampir 163.000 orang, termasuk 43.000 anak-anak, dievakuasi dari Ukraina ke Rusia. 

Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu (6/3/2022) juga menyalahkan Ukraina atas gangguan dalam evakuasi warga sipil dari Kota Mariupol. Padahal, Rusia telah menciptakan semua kondisi untuk mendirikan koridor kemanusiaan.

Sebelumnya, Rusia mengumumkan gencatan senjata sementara di beberapa kota Ukraina pada Senin (7/3/2022) sebagai bagian dari dibukanya koridor kemanusiaan. Penghentian serangan berlaku mulai pukul 10.00 waktu Moskow.

Kantor berita Interfax, mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, melaporkan beberapa kota yang akan diterapkan sebagai koridor kemanusiaan adalah Kharkiv, Mariupol, Sumy, dan Kiev.

Melalui koridor kemanusiaan ini, warga sipil akan diberi kesempatan meninggalkan zona pertempuran serta masuknya berbagai bantuan, termasuk medis, bagi mereka yang bertahan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

KM Makmur Jaya Mati Mesin di Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal