Rusia Klaim Tak Butuh Senjata Nuklir untuk Tuntaskan Perang Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. (Foto: Reuters)

Shoigu lantas menyinggung soal Perjanjian START Baru, yang dirancang untuk mengendalikan senjata nuklir AS dan Rusia. Dia mengatakan, perundingan untuk memperpanjang perjanjian tersebut mesti berjalan secara dua arah. Namun, situasi untuk melanjutkan pembicaraan dengan Washington DC kini terbilang sulit.

“Situasi yang sulit juga berkembang sehubungan dengan Perjanjian tentang Pembatasan Senjata Serangan Strategis (START Baru). (Tapi) perjanjian itu tetap berlaku hingga 2026,” kata Shoigu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
15 jam lalu

Rusia Gempur Ukraina Habis-habisan, Apartemen 9 Lantai Ambruk Tewaskan 24 Orang

Internasional
16 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
17 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal