Pada 3 Desember, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa arsitektur keamanan masa depan Eropa setelah penyelesaian damai di Ukraina harus mencakup jaminan keamanan untuk Rusia. Sebelumnya pada Desember, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, Moskow masih siap untuk kembali membahas jaminan keamanan jika Barat tertarik.
Rusia merujuk pada proposalnya tentang jaminan keamanan ke Amerika Serikat dan negara-negara NATO lainnya pada Desember 2021. Dokumen tersebut mencakup jaminan bahwa NATO tidak akan melakukan ekspansi lebih jauh ke timur, terutama mengacu pada potensi bergabungnya Ukraina ke dalam aliansi militer itu.
Jaminan lainnya adalah, harus ada ketentuan tentang nonpengerahan senjata ofensif, termasuk nuklir. Akan tetapi, AS dan anggota NATO lainnya mengatakan, tuntutan Rusia itu tidak dapat dipenuhi lantaran mereka berkomitmen pada kebijakan pintu terbuka untuk menerima anggota baru.