Rusia Gerah dengan Pidato Joe Biden

Anton Suhartono
Dmitry Peskov (Foto: AFP)

"Ini retorika sangat agresif, tidak konstruktif, yang kami sesalkan," kata Peskov, dikutip dari Reuters, Jumat (5/2/2021).

Rusia berkali-kali menyangkal tuduhan ikut campur dalam pilpres AS serta meracuni pemimpin oposisi Alexei Navalny yang kini dipenjara oleh pengadilan Moskow selama hampir 3 tahun sehubungan kasus yang menurutnya dibuat-buat.

"Kami tidak bisa menerima setiap ultimatum. Kami sudah mengatakan, tidak akan memperhatikan pengumuman bernada kuliah," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Peskov, Kremlin masih berharap ada dialog bermanfaat antara kedua negara terkait kepentingan yang sama.

Sebelum ini, Rusia dan AS Serikat memperpanjang perjanjian New START, kesepakatan pembatasan penyebaran persenjataan nuklir strategis, selama 5 tahun mendatang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suhu 46 Derajat Celsius, AS Batalkan Parade Hari Kemerdekaan Ke-250 di Washington DC

57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal