Angkatan Udara Ukraina bahkan menyebut serangan itu sebagai yang terbesar sejak perang kedua negara pecah empat tahun lalu.
Sepanjang Rabu dan Kamis (13-14/5/2026), Rusia meluncurkan lebih dari 1.400 drone dan 56 rudal ke Ukraina. Sebagian besar serangan diarahkan ke Kiev.
Gelombang serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Rusia mengancam akan menggempur Ukraina habis-habisan jika menyerang parade Victory Day di Lapangan Merah, Moskow, pada 9 Mei.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Rusia-Ukraina selama tiga hari, yakni 9 hingga 11 Mei, terkait peringatan Victory Day.
Militer Rusia kala itu menyatakan unit-unit garis depan siap melancarkan serangan rudal besar-besaran ke jantung Kota Kiev jika parade tersebut diganggu.