Rusia Disebut Gunakan Semua Medsos untuk Menangkan Trump di Pilpres AS

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP)

"Kami pikir tujuannya adalah membuat kampanye terlihat tidak melanggar aturan."

Penelitian ini merinci kampanye berskala besar yang dipelopori Internet Research Agency (IRA), sebuah perusahaan Rusia yang menurut United States Intelligence Community (IC) memiliki hubungan dengan Pemerintah Rusia.

Laporan itu memaparkan, Rusia menitikberatkan targetnya secara khusus kepada kelompok konservatif dengan mengunggah isu imigrasi, ras, dan penggunaan senjata.

Ada juga upaya melemahkan kekuatan pemilih dari masyarakat kulit hitam yang berhaluan kiri, dengan menyebarkan informasi yang salah perihal proses pemilihan.

Laporan lainnya, yang juga dirilis hari ini oleh Senat AS, yaitu oleh lembaga penelitian New Knowledge, juga menyoroti upaya Rusia untuk menargetkan masyarakat kulit hitam.

"Temuan ini menjelaskan betapa IRA, yang dikendalikan Rusia, menitikberatkan kepada khalayak kulit hitam dan merekrut aktivisnya sebagai aset, di antaranya dengan mendorongnya untuk melakukan unjuk rasa."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Trump Klaim AS dan Iran Bakal Capai Kesepakatan Hari Ini: Ada Peluang Bagus!

Internasional
1 hari lalu

Trump Ingatkan Iran Hanya Punya Waktu 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, atau...

Internasional
2 hari lalu

Diancam Kembali ke Zaman Batu, Iran: Usia Kami 7.000 Tahun, AS Baru 250 Tahun!

Internasional
3 hari lalu

AS Ancam Hancurkan Iran hingga Kembali ke Zaman Batu, Teheran: Niat Lakukan Kejahatan Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal