Rusia Desak Eropa Hukum Pelaku Pembakaran Alquran: Lindungi Hak Kebebasan Bergama Umat Islam!

Ahmad Islamy Jamil
Bendera Rusia (ilustrasi). (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id Rusia sangat prihatin dengan serangkaian aksi pembakaran Alquran yang berlangsung di Eropa Utara, baru-baru ini. Karena itu, Moskow menyerukan kepada para anggota parlemen Eropa untuk secara terbuka mengutuk dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas aksi penodaan agama itu.

“(Kami), para senator Rusia mendesak para anggota parlemen Eropa untuk secara terbuka mengutuk tindakan ekstremis radikal sebagai manifestasi dari intoleransi agama, dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi hak kebebasan beragama umat Islam dan perwakilan agama lain, serta membawa pelaku ke pengadilan” ungkap Ketua Majelis Tinggi (Senat) Rusia, Valentina Matviyenko, lewat aplikasi Telegram, Sabtu (4/1/2023).

Ketua Senat Rusia itu menuturkan, semua pemeluk agama di seluruh Rusia, dan tidak hanya kaum Muslim, sangat terkejut dengan penodaan Alquran yang terjadi di Eropa. “Kurangnya tanggapan yang memadai terhadap tindakan ekstremis ini dari pemerintah dan parlemen negara-negara Eropa sangatlah mengganggu,” ujarnya.

Hubungan antara Swedia dan Turki memburuk setelah otoritas Swedia mengizinkan digelarnya demonstrasi anti-Islam di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Sabtu (21/1/2023) lalu. Unjuk rasa yang dimotori oleh politikus sayap kanan radikal Rasmus Paludan tersebut diwarnai dengan aksi pembakaran Alquran.

Selain di Swedia, aksi pembakaran Alquran juga terjadi di Kopenhagen, Denmark. Protes serupa dilakukan oleh politisi sayap kanan Belanda dan pemimpin kelompok Islamofobia Pegida, Edwin Wagensveld, di Belanda. Di Kota Den Haag, dia merobek mushaf kitab suci umat Islam itu dan membakarnya di depan Gedung Parlemen Belanda.

Aksi penistaan agama oleh para pembenci Islam itu memicu kemarahan negara-negara Muslim.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

57 tahun lalu

Blak-blakan, Zelensky Berkali-kali Ajak Putin Bertemu Bahas Upaya Damai tapi Ditolak

57 tahun lalu

Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal