Rusia Akui Diplomat Taliban Pertama sebagai Wakil Resmi Afghanistan di Moskow

Anton Suhartono
Sergei Lavrov (Foto: Reuters)

"Rencana ISIS dan pendukungnya untuk mengacaukan negara-negara Asia Tengah dan menciptakan ketidakstabilan ekspor terhadap Rusia menjadi perhatian khusus. Penumpukan detasemen Jamaat Ansarullah dan Gerakan Islam Uzbekistan di sekitar perbatasan Afghanistan-Tajik dan Afghanistan-Uzbekistan merupakan tanda yang mengkhawatirkan," kata Lavrov.

Rusia menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang Afghanistan pada 2021 yang bertujuan mencapai kesepakatan damai serta mengekang kekerasan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan saat itu. 

Rusia memasukkan Taliban sebagai organisasi teroris, namun di sisi lain tetap menyambut kelompok itu untuk melakukan pembicaraan.

Sejak upaya mediasi yang dilakukan Rusia, beberapa negara seperti Amerika Serikat serta sekutu menarik pasukan dari Afghanistan setelah 20 tahun berperang. Taliban merebut kekuasaan Afghanistan sejak Agustus 2021.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

57 tahun lalu

Blak-blakan, Zelensky Berkali-kali Ajak Putin Bertemu Bahas Upaya Damai tapi Ditolak

57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal