“Bagus ketika melihat pengadilan mendukung kami dalam mengidentifikasi kesalahan kerja rumah sakit yang menyebabkan Yao terpisah sejak lahir 28 tahun lalu,” ujar Zhaocheng seperti dikutip China Daily, Selasa (8/12/2020) pagi.
“Kami juga merasa mendapat keadilan ketika pengadilan juga memutuskan bahwa rumah sakit harus bertanggung jawab 60 persen atas kanker hati Yao karena kesalahan vaksinasi sebelumnya,” kata pengacara itu lagi.
Terkait kondisi fisik dan beban ekonomi yang diderita Yao, Zhaocheng akan membantu pasutri itu mengajukan gugatan baru agar segera mendapatkan kompensasi. Dengan begitu, kliennya bisa mendapatkan kompensasi secara tepat waktu untuk memastikan perawatan medis Yao Ce.
“Terlepas apakah rumah sakit mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi atau tidak,” ujarnya.
Pihak rumah sakit menyatakan menerima putusan tersebut, seperti dilaporkan Beijing News. Kasus itu bermula dari pemberitaan tentang perempuan bermarga Xu dari Provinsi Jiangxi mendapati Yao, yang tumbuh dewasa bersamanya sejak 28 tahun lalu ternyata bukan anak kandungnya.