Hanya beberapa jam sebelum demonstrasi kemarin, kelompok pengacau membuat tanda-tanda swastika dengan cat pada puluhan batu nisan di pekuburan yang terletak di kawasan Alsace.
Presiden Emmanuel Macron mengunjungi kuburan itu dan mengatakan dia malu melihat aksi vandalisme itu.
Sebagian orang menyalahkan kelompok demonstrasi rompi kuning yang 'mengipasi' sentimen intoleransi, karena pekan lalu beberapa demonstran rompi kuning meneriakkan caci-maki pada seorang cendekiawan Yahudi.
Namun, seorang demonstran Fabien Calvo membantah hal itu.
"Gerakan rompi kuning itu bukan gerakan rasialis, dan bukan anti-semit. Tapi seperti biasanya, kalau ada demonstrasi yang tidak terkontrol baik, ada saja orang-orang ekstremis yang ikut,” ujarnya.
Sebagian demonstran rompi kuning yang ikut berunjuk rasa ingin mengaku ingin menunjukkan solidaritas pada kelompok Yahudi.
"Saya melihat banyak demonstran rompi kuning di jalan-jalan, tapi saya tidak melihat seorangpun yang menyatakan anti-Yahudi. Saya tidak melihat tindakan rasialis, dan saya kira isu rasialis yang sebenarnya adalah sikap anti-Yahudi dan sikap anti Muslim," kata salah seorang demonstran, Patricia Pol.