"Kebijakannya (Aoun) tidak bertanggungjawab terkait krisis nasional yang sedang melanda negara," kata Hariri, seperti dilaporkan Associated Press, Senin (18/11/2019).
Partai Aoun menanggapi dengan menyatakan bahwa Hariri ingin mendominasi Kabinet baru.
Puluhan ribu orang terus melancarkan protes sementara politisi papan atas saling tuding. Massa di luar kantor perdana menteri meneriakkan, "Orang-orang itu ingin menjatuhkan rezim.''
Protes di Lebanon bebas dari kekerasan dibandingkan dengan protes di bagian lain dunia. Pejabat-pejabat militer berpatroli di jalan-jalan tetapi menyatakan tidak akan menghentikan protes.
"Kami tidak menghentikan siapa pun yang memrotes di alun-alun, tetapi kalau mereka ingin menutup jalan dan melecehkan orang, kami akan turun tangan," kata Panglima militer Jenderal Joseph Aoun.