Sementara Ketua Senat UW, Karen Walsh mengatakan, Gow telah mengabikan perannya sebagai pemimpin UW di Kota La Crosse. “Kami khawatir dan muak dengan tindakannya, yang sepenuhnya dan tidak dapat disangkal tidak sejalan dengan perannya sebagai rektor,” katanya.
Kepada Milwaukee Journal Sentinel, Gow mengatakan, pembuatan buku dan video porno yang mengeksplorasi seksualitas orang dewasa atas dasar suka sama suka termasuk dalam hak kebebasan berpendapat berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS. Dia mengatakan, dia menyembunyikan hal ini dalam hidupnya, namun baru-baru ini dia mengambil keputusan untuk mengubah arah dan sedikit lebih terbuka mengenai masalah “kebebasan berpendapat ini”.
“Saya sama sekali tidak menyinggung tentang Universitas Wisconsin, tidak ada juga tentang (jabatan saya sebagai) rektor (dalam video itu),” katanya pascapemecatan pada Rabu.
“Jadi, orang lainlah yang menghubung-hubungkannya. Dan kemudian seseorang harus mengatakan bahwa hal itu bermasalah,” ujarnya.
Gow pun berdalih, tidak ada properti ataupun dana universitas yang dia gunakan untuk membuat buku atau video porno tersebut. Dia membuat konten-konten itu di luar jam kerjanya sebagai akademisi. Dia juga menghabiskan lebih banyak biaya produksi daripada upah minimal yang dia peroleh video melalui situs-situs dewasa itu.
Gow lantas mempertanyakan apakah Senat UW sudah melakukan prosedur yang benar dalam pemecatannya. Sebab, dia mengaku tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan kasusnya.