Ratusan Paus dan Lumba-Lumba Dibantai untuk Ritual, Pantai Berubah Jadi Lautan Darah 

Anton Suhartono
Ratusan ekor paus pilot dan lumba-lumba dibantai setiap tahun untuk acara ritual di Kepulauan Faroe (Foto: Sea Shepherd)

Sementara itu pejabat pemerintah Faroe mengatakan, populasi paus pilot di Atlantik Utara mencapai 380.000 ekor, sebanyak 100.000 di antaranya hidup di sekitar Faroe.

“Baik daging dan lemak telah lama menjadi bagian dari santapan nasional. Tangkapan berkelanjutan dari spesies yang melimpah ini sebagian besar dibagikan tanpa ditukar uang di antara peserta perburuan dan warga sekitar," bunyi pernyataan.

Dalam satu ritual pada Mei, kepala paus pilot ditusuk ke patung kail raksasa di Kota Hvannasund.

Setiap tahun Sea Shepherd mengirim kru untuk memantau pembantaian tersebut. Setiap itu pula muncul foto-foto menunjukkan laut berubah menjadi merah darah setelah ikan-ikan itu dibacok di perairan dangkal. Hal yang lebih mengenaskan, butuh lebih dari 20 menit bagi setiap ikan untuk mati.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Sains
3 bulan lalu

Miris! Ilmuwan Temukan Lumba-Lumba Menderita Alzheimer gegara Sampah di Laut

Megapolitan
4 bulan lalu

Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Dinkes: Bisa Masuk ke Pembuluh Darah

Nasional
8 bulan lalu

Kawanan Lumba-lumba Migrasi ke Kepulauan Seribu, Pemprov DKI: Tanda Laut Kita Sehat

Nasional
8 bulan lalu

Tradisi Turun-temurun Mandikan Kuda di Sungai Kuningan, Daya Tarik Wisata Religi 1 Muharam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal