"Sulit untuk percaya bahwa Anda akan benar-benar pergi untuk selamanya. Saya harap Anda istirahat dengan damai di dunia yang kekal," tulisnya, dalam buku bela sungkawa.
Para pejabat mengatakan Quang meninggal karena "virus langka" dan mencari pengobatan selama lebih dari satu tahun di Jepang.
Dia tampak kurus dan pucat dalam beberapa pekan terakhir, meski terus bekerja sampai akhir hidupnya, bahkan menjadi tuan rumah acara publik dua hari sebelum kematiannya.
"Saya tidak mengerti mengapa dia bekerja sampai hampir hari terakhir. Jika dia adalah orang biasa, dia akan memiliki kesempatan untuk beristirahat dan menikmati menit-menit terakhirnya," kata penduduk lokal, Nga, kepada AFP.
Quang memiliki reputasi sebagai pemimpin garis keras baik di dalam maupun luar negeri. Dia dipandang sebagai pihak yang sulit menerima perbedaan pendapat dan mengundang kecaman karena mengawasi tindakan keras terhadap aktivis dan blogger sejak menjadi presiden pada 2016.
Dia juga mendukung kampanye antikorupsi yang menyebabkan puluhan mantan pejabat dan eksekutif dan dipenjara dalam dua tahun terakhir.
Quang akan dimakamkan di kota kelahirannya di Provinsi Ninh Binh pada Kamis (26/9/2018), sekaligus mengakhiri dua hari berkabung nasional.