Raja Malaysia Semprot Menhan gegara Alutsista Bekas, Minta Batalkan Pembelian Heli Black Hawk

Anton Suhartono
Sultan Ibrahim memberi peringatan keras kepada Kementerian Pertahanan soal pembelian alutsista bekas (Foto: AP)

"Saya yakin semua ini terjadi karena Kementerian Pertahanan penuh dengan agensi atau mantan jenderal yang menjadi pedagang, bahkan pedagang tekstil yang mencoba menjual drone,” kata Sultan Ibrahim.

Bangswan yang juga Kolonel Komandan Gerup Gerak Khas itu lalu menyarankan Menteri Pertahanan (Menhan) Mohamed Khaled Nordin membatalkan rencana pembelian helikopter Black Hawk bekas berusia lebih dari 30 tahun karena khawatir mengulangi kesalahan lama.

Dia mengatakan semua pihak yang terlibat dalam pengadaan peralatan militer harus memastikan evaluasi dilakukan secara transparan, berdasarkan harga pasar dan kebutuhan aktual militer, bukan hanya berdasarkan rekomendasi agensi atau kepentingan pribadi.

"Jangan buang waktu membeli omong kosong yang tidak sesuai dengan kebutuhan militer. Kalau tidak tahu harganya, tanya saya dulu," ujarnya.

Dia mencontohkan pembelian kapal serbu untuk pasukan komando seharga 5 juta ringgit, padahal harga aslinya di bawah 2 juta ringgit.

"Baru-baru ini, saya mendengar ada usulan untuk membeli kapal serupa tapi dengan ukuran lebih besar, hampir seharga 10 juta ringgit. Ini tidak masuk akal dan harus ditinjau ulang dengan cermat," kata Sultan.

Jet tempur A-4 Skyhawk dikembangkan oleh produsen Amerika Serikat, McDonnell-Douglas (sekarang Boeing). Perusahaan itu memiliki hubungan erat dengan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia yang memperoleh 80 unit pada 1982 dengan harga masing-masing 1 juta dolar. Pesawat itu telah dipensiunkan karena tingkat kecelakaan yang tinggi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan

57 tahun lalu

Apes! Pilot Jet Tempur AS yang Sama Kena Tembak 2 Kali selama Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Deretan Hasil Diplomasi Prabowo: Gabung BRICS hingga Tarif 0 Persen ke Uni Eropa

57 tahun lalu

Teddy Ungkap Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal