Putin Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari, Ukraina Anggap Cuma Permainan

Anton Suhartono
Vladmir Putin umumkan gencatan senjata sepihak selama 3 hari pada 8-11 Mei terkait perayaan Victory Day (Foto: Reuters)

Saat perayaan Paskah pada 20 April lalu, Putin juga memberlakukan gencatan senjata sepihak selama 30 jam. Meski menyikapinya dengan skeptis, Ukraina akhirnya menerima gencatan senjata itu. 

Namun keduanya tetap saling menyerang serta saling tuduh pihak lawan yang memulai tembakan lebih dulu. Tidak main-main, Rusia maupun Ukraina masing-masing saling tuduh melakukan lebih dari 2.000 serangan selama 30 jam gencatan senjata berlangsung.

Victory Day merupakan peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Ukraina juga merayakan hari bersejarah tersebut.

Beberapa pemimpin dunia yang akan menghadiri peringatan tersebut di antaranya Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Sementara itu Indonesia akan diwakili Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

57 tahun lalu

Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Terlibat Langsung dalam Perundingan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal