Putin Remehkan Sanksi AS, Trump: Kita Lihat 6 Bulan Lagi!

Anton Suhartono
Donald Trump kesal dengan pernyataan Vladimir Putin bahwa sanksi AS tak akan berpengaruh besar bagi perekonomian Rusia (Foto: AP)

AS pada Rabu lalu memberlakukan sanksi tersebut dengan alasan tak ada komitmen serius dari Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan, sanksi terbaru menargetkan sektor energi Rusia. Tujuannya mengganggu kemampuan finansial Rusia dalam mendapatkan dana guna membiayai perang di Ukraina.

"Sekaranglah saatnya untuk menghentikan pembunuhan dan segera mewujudkan gencatan senjata," kata Menteri Keuangan Scott Bessent dalam pernyataan tersebut.

"Mengingat penolakan Presiden Putin untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini, Departemen Keuangan memberikan sanksi terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang mendanai mesin perang Kremlin. Departemen Keuangan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan untuk mendukung upaya Presiden Trump mengakhiri perang lainnya," kata Bessent.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS

57 tahun lalu

Diam-Diam Pemerintahan Trump Kontak Oposisi Israel, Ingin Singkirkan Netanyahu?

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal