Punya Utang dengan IMF, Inflasi Ekonomi di Negara Ini Capai 412,75 Persen

Ahmad Islamy Jamil
Masyarakat dan pedagang melakukan transaksi di sebuah pasar di Kota Khartoum, Sudan, 4 Mei lalu. (Foto: Reuters)

Selama beberapa bulan terakhir, Sudan menghapus subsidi bahan bakar diesel dan bensin.  Sejak Februari, negara itu juga mulai menerapkan sistem nilai tukar mengambang terkelola terhadap mata uang pound Sudan, demi membendung pasar gelap yang meraja lela.

Bagi kebanyakan rakyat Sudan, langkah-langkah tersebut dianggap sebagai tindakan yang menyengsarakan mereka. Sementara, pemerintah justru melihat itu sebagai bagian dari reformasi yang memungkinkan Sudan memenuhi syarat untuk mendapat keringanan utang dari IMF.

Lewat reformasi, keringanan utang yang bakal diterima Sudan dari IMF selama beberapa tahun ke depan bisa melebihi 50 miliar dolar AS (lebih dari Rp726,34 triliun). Jumlah tersebut setara dengan 90 persen dari total utang Sudan saat ini.

Akhir bulan lalu, ratusan orang turun ke jalan di Ibu Kota Khartoum dan di kota-kota lain di seluruh Sudan untuk menuntut pengunduran diri pemerintah transisi atas reformasi ekonomi terbaru.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Danantara Resmi Gabung Forum of Sovereign Wealth Funds, Ini Dampaknya

2 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

4 hari lalu

Mendagri Sebut Inflasi RI Masih Terkendali di Level 3,34 Persen: di Bawah Target Nasional

4 hari lalu

S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya Sebut Hasil Diplomasi ke AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal